Gongxi Member
Tangerang Posts: 14 |
Umur dan bagaimana kita mati adalah rahasia Allah SWT. Karenanya usia harus bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan beramal saleh. Amal saleh yang tentunya hanya mengharapkan ridho-Nya.
Diperlukan pula konsistensi dalam beramal hingga penghujung umur dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah. Rasulullah SAW mengajarkan do'a yang diriwayatkan Nawawi:
"Ya Allah, jadikan lah sebaik-baik umurku pada akhirnya, sebaik-baik amalku pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hari pada saat aku menemui-Mu."
Sungguh merugi jika kehidupan dunia yang singkat ini tidak diisi dengan amal saleh. Krena seiring bertambahnya usia, tanpa disadari kondisi fisik semakin menurun. Uban pun mulai tumbuh. Penglihatan, pendengaran, daya ingat, dan kemampuan berfikir mulai jauh berkurang.
"Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?" (QS Yaasiin 68).
Bila mengacu pada Rasulullah SAW, beliau wafat di usia 63 tahun, maka dapat dikatakan bahwa umur pertengahan saat dewasa adalah 40 tahun.
"kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkan dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga bila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa,"Ya Tuhanku, tunjuki lah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhoi, beri lah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada orang yang berserah diri." (QS Al Ahqaaf 15)
Betapa penting pencapaian umur 40 tahun itu, jelas tersurat dari ayat di atas. Doa dalam ayat di atas mengandung beberapa permohonan.
Pertama adalah perintah untuk bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya.
Kedua adalah dapat beramal saleh dan kemudian mendapat ridho-Nya.
Ketiga adalah kebaikan diri dan keturunan. Diakhiri dengan pernyataan taubat dan berserah diri kepada-Nya.
Ayat tersebut juga mengandung perintah agar kita senantiasa berbuat baik kepada orangtua, sekaligus mengingatkan betapa besar pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya.
Bakti dan hormat kepada orangtua merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.
"Keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan kedua orangtua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orangtua." (HR Hakim) |
|